Jumat, 21 Agustus 2009
Dengan SEKOLAH ORANG TUA lahirlah Orang Tua -Orang Tua Yang Profesional
salam sukses
untuk para orang tua
Minggu, 02 Agustus 2009
Pantaskah anda menyatakan diri anda sebagai guru profesional ?
Setelah menulis tentang mudahnya mendidik anak kalau tahu caranya maka terbayang oleh saya disamping orang tua yang hebat itu ternyata ada seorang Guru yang membangkitkan harimau tidur itu sehingga banyak
Mengingat cuplikan Sejarah ketika Jepang dihancurkan dapat kita melihat dan mengambil ilmu yang tersirat dari kisah tersebut, Setelah hancurnya
Luar biasa… Kaisar sangat mengerti, bahwa kualitas suatu Negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidiknya. Peran Guru adalah sangat vital dalam pendidikan, mungkin tidak ada bangunan sekolah berdiri, namun dimana ada sekelompok orang yang ingin belajar dan ada seorang Guru yang mengajar, boleh jadi tempat itu kita sebut sekolah. Kita juga bisa melihat hal ini beberapa puluh tahun yang lalu di India dimana bangunan sekolah hanya terdapat di kota-kota besar saja, sementara di Desa para murid dan Guru melakukan proses belajar dan mengajarnya dibawah pohon terkadang tidak rindang lagi.
Sekarang kita bisa melihatnya, Jepang menjadi satu-satunya Negara maju dari asia dan
Guru adalah seorang yang bukan saja hanya belajar untuk menambah ilmunya, namun ia adalah yang mentransformasikan apa yang ia ketahuinya atau mentranspormasi ilmunya kepada orang lain. Kata TRANSFORMASI disini adalah kunci dari proses belajar mengajar. Perubahan dunia yang sangat cepat terutama dalam bidang teknologi dan informasi, memaksa kita semua untuk meninjau peran cara Guru mengajar di kelas. Dahulu Guru yang dulu dipandang sebagai sumber informasi utama, kini karena sedemikian mudahnya setiap orang untuk mendapatkan informasi, maka Guru seharusnya sudah berperan sebagai fasilitator atau katalisator dalam proses pembelajaran ini. Bukan sebagai Promotor yang memaksakan kehendak ilmunya kepada siswa / murid-muridnya sehingga terkadang siswa tidak mampu mengembangkan daya pikirnya karena sudah tercangkok oleh dokrin yang diberikan pada Gurunya, contohnya ada seorang guru biologi menyatakan kepada siswanya bahwa setiap binatang yang namanya Ular itu bertelur dan tidak ada yang melahirkan, namun seorang siswa nyeletuk dan berkata Buk Ular ada juga yang melahirkan, apa yang terjadi guru tersubut berkata tidak ada ular yang melahirkan ular itu hanya bertelur dari ibu kecil sampai besar ibuk menimba ilmu dan semuanya sudah tahu kalau ular itu bertelur nak, maka ada tersebut masih bersikeras menyatakan kalau ular itu ada yang bisa melahirkan, dan apa yang terjadi sang ibu Guru marah dan berkata Dasar kamu yah anak keras kepala dibilangin Ngeyel kan ibu udah bilang tadi ular itu bertelur bukan melahirkan. Nah inilah sekilas cuplikan dialog antara Guru dan Siswa, Guru terkadang memaksakan pendapatnya sehingga terkadang merontokan semangat rasa ingin tahu siswa, dan setelah berselang seminggu ibu tersebut diberi tugas oleh Kepala Sekolah untuk mengikuti pelatihan
Seorang Instruktur IPA menyampaikan materi tentang Reptil (binatang melata) dan diatataranya adalah Ular, Intruktur tersebut menyatakan kalau ada ular yang melahirkan dan beliau menampilkan gambar tersebut pada Slidenya dan terlihatlah proses melahirkan pada si ular, alangkah malunya sang Guru yang menyatakan kepada muridnya tadi kalau ular itu tidak melahirkan (tentunya dalam hatilah) jadi apa yang terjadi ? memang guru adalah sumber ilmu namun jika sumber itu tidak dipertahankan dan ditambah makan makin lama sumber itu akan menjadi gersang dari itu guru yang professional dituntut untuk banyak belajar dan banyak membaca sehingga apa yang dia tahu itu masih sedikit adanya, kembali ke siswa tadi kenapa si murid / siswanya tahu karena siswa / murid itu sering membaca dan mengacces internet nah sementara sang Guru terkadang malas untuk hal-hal yang seperti itu, kenapa Malas barangkali tidak bisa dan tidak tahu cara mengopersaikan Internet kali, hehe..
Kembali lagi kita kepada Sang Intruktur tadi beliau melanjutkan lagi materinya dengan membuat senam kesegaran otak melalui sehelai kertas, beliau berkata Bapak-bapak/ Ibu-ibu guru yang terhormat silakan anda membuat pesawat dari kertas tersebut dan terbangkan ke layer slide saya, maka semua peserta membuat dengan sangat cepat dan langsung menerbangkannya ke arah slide instruktur, apa yang terjadi semua pesawat yang dibuat dan diterbangkan sama modelnya, lantas instruktur membuat pesawat yang dilemparkan ke arah slidenya pesawat model apakah yang dibuat si intruktur kok bentuknya bulat ? seorang guru nyeletuk kepada intruktur Pak mana ada pesawat itu bulat, hehehehe instruktur tertawa manis apakah Pak Guru pernah melihat pesawat Tempur yang diptakan dari Jepang dan dibeli oleh Amerika ? Pak Guru menjawab TIDAK dan semua guru yang menyaksikan kejadian tersebut melongo ke hadapan instruktur. Dan intrukturpun menjawab tidak semua pesawat yang kita lihat itu seperti yang bapak/ibu terbangkan tadi tapi ada pesawat yang berbentuk bulat dan itulah dia pesawat tempur jepang dan hal inilah yang kerap kali menimbulkan masalah pada Guru dan Siswa karena siswa sudah melihat dan membaca sementara Guru belum akhirnya Sang guru menyatakan tidak ada dan tidak mungkin, sedih sekali jika hal ini terdapat pada Guru-guru kita khususnya dikarimun. Dan karena guru adalah produk handal dalam investasi ilmu maka sekali lagi guru yang professional adalah guru yang mengajak anaknya berfikir tentang sesuatu sehingga akan melahirkan anak-anak yang kreatif bukan sebaliknya Guru menyuruh anak untuk menghafal sehingga anak terlahir menjadi anak-anak yang kurang inisiatif. Tahukah anda Albert Enstain si Genius ketika dia meninggal Dunia OTAK nya di periksa dan diteliti oleh Laboraturium Amerika dan ternyata Tidak seperti masyarakat nyatakan kalau Otak Si Jenius ini full dengan rumus-rumus tetapi Einsten hanya mengunakan 10% dari Otaknya untuk berfikir bukan untuk menghafal tetapi cara berfikir eisten adalah cara berfikir terbalik yang terkadang orang-orang disekitar enisten menyatakan eisten stres dan idiot, memang ketika kecil eisten mengalami sulit bicara dan mengenal huruf, dia menulis huruf-huruf dengan terbalik sehinga dia disebut anak yang terkena desleksia (keterlambatan bicara / membaca dan menulis) apakah eInsten keterbelakangan mental ? tidak, kenapa ? karena orang tuanya menyatakan einSten dan slalu memotifasi einsten adalah anak yang luar biasa walaupun einten tidak diterima disekolah karena eisten disebut anak yang idiot tetapi orang tuanya dengan sabar menjaga dan mengajarinya dan akhirnya enastain memiliki sorang guru yang luar biasa piluhan orang tuanya dan terlahirlah eisten yang mengukir sejarah didunia FISIKA pantaslah tersebut oleh para peneliti didalam otaknya enstain tersimpan THE POWER MINDSET (cara berfikir yang luar biasa).
Dan dapat kita ambil pelajaran dari einsten dan dari seorang intruktur tadi kalau anak yang dilahirkan didunia ini semuanya memiliki kecerdasan khusus pada masing-masing pribadinnya maka didiklah anak-anak kita dengan cara yang pfofesional(banyak membaca, dan menuntut ilmu dari berbagai penjuru). Cara – cara yang lama sudah harus kita ditinggalkan. Lihatlah kedepan dan perbaikilah dibelakang kita yang kita rasa itu tidak lagi pantas untuk dipakai dimasa depan namun tentunya ilmu zaman dulu bukan berarti tidak bagus ilmu zaman dulu adalah ilmu yang luar biasa dari itu petiklah ilmu yang dulu jika itu baik dan perbaikilah ilmu itu jika kita merasa pantas untuk memperbaikinya dan tentunya dengan disiplin ilmu yang kita miliki dengan banyak belajar,membaca dan berdikusi dengan orang-orang yang kita anggap memang pakar atau tahu pada bidang tersebut oleh sebab itu Ilmu lebih jelas cepat berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini. Dan tidak salah lagi kita ingin membuat bangsa ini maju, kita mulai dari meningkatkan kualitas Guru dengan memberi pendidikan dan pelatihan yang terbaik dalam cara dan bagaimana mengajar yang membuat setiap murid tertarik untuk belajar dan berkarya untuk menjadi yang terbaik.
Karena gurulah saya juga sekarang bisa menjadi guru (BEST TEACHER IS hearts and minds WANT TO CONTINUOUS LEARNING)
I LOVE U TEACHER
Salam Sukses penuh Cinta
Icha
Senin, 13 Juli 2009
Kasih Tak Sampai Kerena Sebuah CINTA yang terlarang
Sebuah kata yang sempat membuat seseorang menitikkan air matanya dan membuat hati begitu pilunya, dan tidak semua orang merasakannya apalagi jika sesorang bertipe koleris maka sangat sulit ia merasakan hal ini karena orang-orang yang bertipe kleris adalah tipe cuek dan tidak suka hal-hal yang nyeleneh.Apa yang terlintas dibenak kita saat kita mengetahui bahwasanya kita mempunyai indikasi akan jatuh cinta terhadap orang yang salah???
Apakah kita lebih harus menjalankan PERASAAN atau LOGIKA???
Sedangkan kita semua tau bahwa untuk urusan yang bersangkutan dengan cinta itu sendiri kadang hampir tak ada istilah yang masuk dalam logika layaknya judul sebuah lagu salah satu penyanyi Indonesia…
Terkadang hal yang paling tak masuk akal pun terlihat menjadi “normal-normal” saja…,begitupun sebaliknya…
Sanggupkah kita lebih mengedepankan kenyataan bahwasanya kita jatuh cinta pada orang yang salah tanpa harus menyalahkan cinta itu sendiri..,karena cinta tak pernah salah…
Bisakah kita berfikir nyata disaat kita sendiri hampir kabur membedakan antara yang nyata dan yang maya…,dan sanggupkah kita untuk menahan diri dan dustakan hati ketika orang yang tidak tepat untuk kita cintai tersebut akhirnya duduk berhadapan atau berdampingan dengan kita dalam sebuah situasi yang hangat…dan menyatakan sebuah kata-kata yang hangat juga tampa kita sadari ?
Apa yang akan kita lakukan apabila hal tersebut menimpa kita???
Kita yang jadi pemeran utama dalam kisah ini..,bukan sebagai penonton apalagi hakim yang menentukan benar atau salah…
Kira kira apa yang akan kita lakukan???
Sebuah kisah sedih dimana orang akan merasakannya ketika kisah ini juga menimpa pada dirinya / ia pernah mangalaminya ingin kuungkapkan semuanya namun kelu lidah yang kurasakan,tak berdayanya tangan tuk kuukirkan, namun aku akan meneruskan kisah ini sampai aku siap tuk menuliskannya.
salam hangat penuh cinta
icha
Senin, 06 Juli 2009
Hidup Bahagia dengan Tanki CINTA

tulisan ini naik karena ada seorang temen saya yang berinisial "D" menyatakan sesuatu yang membuat hati berdebar-debar, auk ah apa hubungannya yah, yah ada hubunganlah makanya tulisan ini saya persembahkan buat temen saye "D" dan buat para pembaca yang budiaman, gini nih kenapa ada orang jatuh cinta dan bisa tergila-gila keleper-keleper dan ada yang jatuh cinta namun terluka apakah karena selingkuh atau kurang jujur / kurang doku kali ye, hehehhe ( myby yes / mybe no lho ) nah jadi apa dong kalau semuanya boong dan ding dong oups.... tenang jangan emosi dong. wong yang nulis ae kagak emosi kepriben iki .... hehehehhe
untuk memenuhi tanki cinta ini kita harus tahu dulu 3 bahasa dasar tanki cinta ini :
- Tatapan mata
- Sentuhan lembut pada tubuh saat berbicara
- Perhatian terpusat pada saat komunikasi
nah bagi yang belum dapat jodoh boleh ddigunakan jurus jitu ini dijamin nyahut deh. - hadiah ( ada yang suka dikasih hadiah )
- layanan ( ada yang suka dilayani / diperhatiin lah )
- kata-kata pendukung ( ada yang suka disemangatin / dimotivasi / dipuji gitu lho )
- sentuhan fisik( nah ada yang suka dicium / dipeluk atau di elus ati-ati salah elus )
- waktu berkualitas ( ada yang suka berduan )
- Amati seseorang saat mengungkapkan cinta pada orang lain atau keapada kita nah hal ini bisa juga kita liat pada anak kita bagi yang udah punya anak, jadi lihatlah anak kita ketika dia mengungkapkan cintanya kepada orang tuanya.
- Tampa disadari amati permintaan yang sering diajukan dan ingat juga ya ini bisa kita lihat apada anak kita bagi yang punya anak lagi nih.
- Perhatikan keluhan yang sering disampaikannya.
- Biarkan dia memilih satu diantara dua
Jumat, 03 Juli 2009
Gaya Belajar ANAK
Halo Para orang Tua dan Guru-guru yang bijaksana
Terkadang kita merasa dunia anak-anak ini menyebalkan dan kadang -kadang juga membuat kita bahagia, nah kalau bahagia bagus yang tidak bahagia ini ada apa ?
banyak para guru bahkan orang tua berkeluh kesah dengan anak didiknnya si A bodoh, si B malas, si C Usil, si D Bandel dan banyak lagi sisisisisisi nah ada apa dengan ini semuanya ?
apakah memang si anak yang dilebel bandel, malas, bodoh, usil atau memang gurunya yang bodoh, usil, bandel ops..... salah kok guru yah guru kan sudah pintar karena guru banyak ilmunya dan banyak pengalamannya. inilah segelintir orang menjawab apabila ditanya kenapa?
ayo kita cari tau ...!
kenapa kita selalu memberi lebel pada anak malas,bodoh,usil, bandel yah karena kita tidak tahu cara belajarnya berdasarkan penelitian gaya belajar anak itu ada 5 macam apa itu :
- melalui penglihatan atau visual (guru berbicara menulis anak mencatat dan melihat )
- melalui pendengaran atau auditorial ( anak ini senag belajar melalui pendengaran / terkadang mengunakan musik )
- melalui gerak kinestetik ( nah anak yang kinenstetik biasanya slalu dicap bodoh,usil, bandel ) padahal dengan cara bergerak inilah gaya belajar anak kinestetik, anak kinestetik tidak bisa belajar diam karena membuat dia tidak nyaman dan tersiksa, anak kinestetik memerlukan gerakan namun itu semua jarang didapat dikelas karena kebiasaan guru mengajar dengan 2 tipe tadi yakni visual dan auditorial alangkah sedihnya anak-anak yang kinenstetik. nah inilah peran guru untuk lebih banyak belajar dan menimba ilmu lagi sehingga kita bisa mengenal anak jauh lebih dalam lagi

Secara umum tipe belajar anak dibagi dalam 3 hal diatas yakni ( visual,auditorial,kinestetik) nah kenapa ada 5 karena ditemukan lagi ada anak yang gaya belajarnya berdasarkan alfactori dan gustatori jadi dikelompokkanlah gaya belajar anak atau orang dewasa itu menjadi 5
4. melalui penciuman alfactori
5. melalui pengecapan gustatori
nah setelah kita tahu gaya belajar anak masih kah kita tega menyatakan anak bodoh,malas dan bandel, coba kita bayangkan banyak anak yang bandel, malas pas dicek iqnya tinggi kenapa karena itu tadi gaya belajarnya kebanyakan anak kinestetik ini dilebel bodoh dan ternyata iqnya tinggi dan dia jadi anak yang sukses dikehidupannya nah ada juga anak yang pintar iqnya juga tinggi eh pas dikehidupanya dia biasa-biasa aja
mari kita mengenal diri sendiri barulah kita mengenal diri orang lain bahkan anak didik kita, bagaimana kita mau mengenal orang lain sementara kita sendiri tidak tau diri kita sendiri nah lho kan parah, dan kalau sudah seperti ini baisanya kita suka mengkritik dan suka memberi lebel pada orang lain yang negatif padahal kita tidak menyadari diri kita lah yang negatif karena kurangnya ilmu yang kita miliki, ilmu tidak saja didapat dibangku sekolah.
oKe para guru pahlawan yang tiada tara
selamat berjuang dan salam sukses
Icha
Minggu, 28 Juni 2009
Mendidik Anak Itu Mudah lho KALAU TAU CARANYA

- Wah pusing saya stres anak saya bandel-bandel sulit diaturnya, apalagi yang laki-laki maunya main terus, gak mau dengerin orang tuanya belum lagi sikecil yang sulit makan wah stres saya.
- Kalau anak-anak saya aman-aman aja adem ayem baik-baik semua dan gampang ngaturnya mereka pada takut sama saya.
- Saya anaknya nurut semua patuh-patuh.
Melihat dari judul dan jawaban dari pertanyaan diatas, gimana yah kok mudah dan sulit. MAU TAU ? ntar dong sabar dulu.......... tarik nafas banyangkah wajah anak kita yang sedih ketika dimarahin, yang ketakutan ketika dipukul, yang melawan ketika dikasih tau dan ketika itu kita juga merasa puas dengan apa yang kita lakukan dan kadang kita merasa menyesal dengan apa yang telah kita perbuat NAH LHO ! trus apanya yang mudah yah ? ntar dulu dong Udah dibayangin blom ?
Ok kalau udah kita lanjutkan
Anak dan orang tua pada dasarnya memiliki sifat-sifat yang sama dan sifat itu dibagi dalam 4 Tipe
- Koleris : adalah tipe anak yang keras kepala dan slalu memaksakan kehendanya, anak ini jika berbicara tegas keinginannya kuat dan sulit untuk dirayu-rayu, dia sangat aktif dan tidak pernah diam, pantang menyerah. anak tipe ini adalah anak yang suka dengan tantangan.nah jika kita memiliki anak yang bertipe seperti ini hadapilah dengan tenang dan berbicaralah dengan gaya tantangan lha gimana caranya ntar dulu . : kebanyakan orang tua memaksakan kehendak / terlalu protektif terhadap anak akhirnya orang tua stres sendiri. contoh kecil yang paling sering terjadi jika kita melihat anak sedang menonton TV dan kita langsung membentak dia "Sudah Belajar sana dari tadi nonton terus dasar pemalas" lalu kita langsung mematikan TV nya dan sianakpun langsung masuk kamar, coba bayangkan apa yang dilakukan si anak apakah dia belajar atau pura-pura belajar. kita orang tua merasa anak kita belajar dan mendengar apa yang kita utarakan tapi ternyata oh ternyata dia membangkang dalam hati kenapa kok mama saya seperti nenek lampir yah cerewet dan pemarah tidak merasakan apa yang saya rasakan, apakah orang tua peduli hal seperti ini kebanyakan orang tua akan berkata biarin dasar anak-anak dan ternyata yang tadinya nilainya tinggi akhirnya nilainya rendah lalu simama marah-marah lagi, samapai kapan mau selesai masalah ini maka terjadilah konflik emosi antara si anak dan orang tua, padahal ini adalah masalah sepele. trus gimana caranya : apakah tidak lebih baik kita berkata kepada si anak " nak kamu mau belajar sekarang sama mama atau mau belajar sendiri dikamar ? dari pada marah membentak-bentak dan emosi. dan kenapa kita memberi kan dia jawaban pilihan dengan kalimat atau karena itulah salah satu contoh pertanyaan tantangan, anak tidak merasa diperintah tapi dia yang memilih sendiri dari pertanyaan kita tadi. perlu kita ketahui anak-anak tipe koleris adalah tipe memegang kendali.
Tipe 2. Sanguin : adalah tipe anak yang periang dan suka mengoceh dan sangat banyak pertanyaan dia mudah bergaul punya humor yang tinggi dan sangat menyenangkan.
Tipe 3. Flegmatis : Adalah tipe anak yang gampang diatur, pendiam, penurut, dan tidak neko-neko nah kalau punya anak bertipe seperti ini 10 orang gampang ngurusnya makanya ada sebagian orang bilang wah anak saya baik penurut dan tidak neko-neko yah karena anaknya bertipe flegmatis.
Tipe 4. Melankolis : Anak melankolis adalah anak yang teratur artinya bersih rapi dan biasanya disekolah dia pintar dia suka membaca dan jika ngambek lama sekali.
nah sudah tau kah tipe anak kita masuk kategori yang mana ? dan cara berbicara / berkomuniksi dengan mereka untuk lebih lanjutnya kita jumpa dilain waktu yah ...........
Salam sukses
Icha
