Minggu, 02 Agustus 2009

Pantaskah anda menyatakan diri anda sebagai guru profesional ?

TEACHER RESOURCES IS Inspiration


Setelah menulis tentang mudahnya mendidik anak kalau tahu caranya maka terbayang oleh saya disamping orang tua yang hebat itu ternyata ada seorang Guru yang membangkitkan harimau tidur itu sehingga banyak orang sukses adalah karena didikan seorang Guru yang professional dan iklas, dari itu sekali lagi pantaslah saya menyebut Guru adalah profesi yang paling mulia didunia ini. Guru pelita hatiku, Guru pahlawanku, Guru penghiburku, Guru tepatku mengadu, Guru yang membelaku disaat aku di olok-olok oleh teman-temanku, Guru yang membatuku disaat aku terjatuh, Guru yang slalu memberikanku kata-kata mutiaranya sehingga aku menjadi termotivasi dalam menuntut ilmuku. Guru… Guru I LOVE U kata yang kuhadiahkan untukmu karena tak dapat kuganti dengan materi semua perjuangan mu. Itulah guru menurut saya sebagai penulis.

Mengingat cuplikan Sejarah ketika Jepang dihancurkan dapat kita melihat dan mengambil ilmu yang tersirat dari kisah tersebut, Setelah hancurnya kota Hirosima dan Nagasaki oleh bom atom, Kaisar Jepang memerintahkan perdana menteri dan seluruh jajarannya untuk berkumpul. Yang menarik dari rapat mendadak, ini adalah pertanyaan pertama yang kaisar ajukan. Kaisar tidak bertanya berapa prajurit yang tersisa, atau berapa uang yang masih kita punya, atau bahkan berapa penduduk yang meninggal ? yang kaisar tanyakan kepada semua pengelola Negara adalah “BERAPA GURU YANG MASIH KITA MILIKI ?”.

Luar biasa… Kaisar sangat mengerti, bahwa kualitas suatu Negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidiknya. Peran Guru adalah sangat vital dalam pendidikan, mungkin tidak ada bangunan sekolah berdiri, namun dimana ada sekelompok orang yang ingin belajar dan ada seorang Guru yang mengajar, boleh jadi tempat itu kita sebut sekolah. Kita juga bisa melihat hal ini beberapa puluh tahun yang lalu di India dimana bangunan sekolah hanya terdapat di kota-kota besar saja, sementara di Desa para murid dan Guru melakukan proses belajar dan mengajarnya dibawah pohon terkadang tidak rindang lagi.

Sekarang kita bisa melihatnya, Jepang menjadi satu-satunya Negara maju dari asia dan India, mereka mempunyai keunggulan sumber daya manusia yang luar biasa yang dapat disejajarkan dengan bangsa Eropa dan Amerika. Sarana dan Prasarana memang penting bagi setiap orang yang ingin belajar, namun tanpa adanya Guru semua itu adalah percuma, saya secara pribadi menyebut guru sebagai profesi termulia, saya selalu menuliskan kata Guru dengan huruf besar. Kalau mau dilihat asal kata Guru adalah berasal dari bahasa sansekerta, dimana GU berarti kegelapan, dan RU berarti melenyapkan, jadi GURU adalah ia yang melenyapkan kegelapan, atau sang Pembawa Terang.

Guru adalah seorang yang bukan saja hanya belajar untuk menambah ilmunya, namun ia adalah yang mentransformasikan apa yang ia ketahuinya atau mentranspormasi ilmunya kepada orang lain. Kata TRANSFORMASI disini adalah kunci dari proses belajar mengajar. Perubahan dunia yang sangat cepat terutama dalam bidang teknologi dan informasi, memaksa kita semua untuk meninjau peran cara Guru mengajar di kelas. Dahulu Guru yang dulu dipandang sebagai sumber informasi utama, kini karena sedemikian mudahnya setiap orang untuk mendapatkan informasi, maka Guru seharusnya sudah berperan sebagai fasilitator atau katalisator dalam proses pembelajaran ini. Bukan sebagai Promotor yang memaksakan kehendak ilmunya kepada siswa / murid-muridnya sehingga terkadang siswa tidak mampu mengembangkan daya pikirnya karena sudah tercangkok oleh dokrin yang diberikan pada Gurunya, contohnya ada seorang guru biologi menyatakan kepada siswanya bahwa setiap binatang yang namanya Ular itu bertelur dan tidak ada yang melahirkan, namun seorang siswa nyeletuk dan berkata Buk Ular ada juga yang melahirkan, apa yang terjadi guru tersubut berkata tidak ada ular yang melahirkan ular itu hanya bertelur dari ibu kecil sampai besar ibuk menimba ilmu dan semuanya sudah tahu kalau ular itu bertelur nak, maka ada tersebut masih bersikeras menyatakan kalau ular itu ada yang bisa melahirkan, dan apa yang terjadi sang ibu Guru marah dan berkata Dasar kamu yah anak keras kepala dibilangin Ngeyel kan ibu udah bilang tadi ular itu bertelur bukan melahirkan. Nah inilah sekilas cuplikan dialog antara Guru dan Siswa, Guru terkadang memaksakan pendapatnya sehingga terkadang merontokan semangat rasa ingin tahu siswa, dan setelah berselang seminggu ibu tersebut diberi tugas oleh Kepala Sekolah untuk mengikuti pelatihan Guru bidang Studi apa yang terjadi setelah Guru tersebut mengikuti pelatihan ?

Seorang Instruktur IPA menyampaikan materi tentang Reptil (binatang melata) dan diatataranya adalah Ular, Intruktur tersebut menyatakan kalau ada ular yang melahirkan dan beliau menampilkan gambar tersebut pada Slidenya dan terlihatlah proses melahirkan pada si ular, alangkah malunya sang Guru yang menyatakan kepada muridnya tadi kalau ular itu tidak melahirkan (tentunya dalam hatilah) jadi apa yang terjadi ? memang guru adalah sumber ilmu namun jika sumber itu tidak dipertahankan dan ditambah makan makin lama sumber itu akan menjadi gersang dari itu guru yang professional dituntut untuk banyak belajar dan banyak membaca sehingga apa yang dia tahu itu masih sedikit adanya, kembali ke siswa tadi kenapa si murid / siswanya tahu karena siswa / murid itu sering membaca dan mengacces internet nah sementara sang Guru terkadang malas untuk hal-hal yang seperti itu, kenapa Malas barangkali tidak bisa dan tidak tahu cara mengopersaikan Internet kali, hehe..

Kembali lagi kita kepada Sang Intruktur tadi beliau melanjutkan lagi materinya dengan membuat senam kesegaran otak melalui sehelai kertas, beliau berkata Bapak-bapak/ Ibu-ibu guru yang terhormat silakan anda membuat pesawat dari kertas tersebut dan terbangkan ke layer slide saya, maka semua peserta membuat dengan sangat cepat dan langsung menerbangkannya ke arah slide instruktur, apa yang terjadi semua pesawat yang dibuat dan diterbangkan sama modelnya, lantas instruktur membuat pesawat yang dilemparkan ke arah slidenya pesawat model apakah yang dibuat si intruktur kok bentuknya bulat ? seorang guru nyeletuk kepada intruktur Pak mana ada pesawat itu bulat, hehehehe instruktur tertawa manis apakah Pak Guru pernah melihat pesawat Tempur yang diptakan dari Jepang dan dibeli oleh Amerika ? Pak Guru menjawab TIDAK dan semua guru yang menyaksikan kejadian tersebut melongo ke hadapan instruktur. Dan intrukturpun menjawab tidak semua pesawat yang kita lihat itu seperti yang bapak/ibu terbangkan tadi tapi ada pesawat yang berbentuk bulat dan itulah dia pesawat tempur jepang dan hal inilah yang kerap kali menimbulkan masalah pada Guru dan Siswa karena siswa sudah melihat dan membaca sementara Guru belum akhirnya Sang guru menyatakan tidak ada dan tidak mungkin, sedih sekali jika hal ini terdapat pada Guru-guru kita khususnya dikarimun. Dan karena guru adalah produk handal dalam investasi ilmu maka sekali lagi guru yang professional adalah guru yang mengajak anaknya berfikir tentang sesuatu sehingga akan melahirkan anak-anak yang kreatif bukan sebaliknya Guru menyuruh anak untuk menghafal sehingga anak terlahir menjadi anak-anak yang kurang inisiatif. Tahukah anda Albert Enstain si Genius ketika dia meninggal Dunia OTAK nya di periksa dan diteliti oleh Laboraturium Amerika dan ternyata Tidak seperti masyarakat nyatakan kalau Otak Si Jenius ini full dengan rumus-rumus tetapi Einsten hanya mengunakan 10% dari Otaknya untuk berfikir bukan untuk menghafal tetapi cara berfikir eisten adalah cara berfikir terbalik yang terkadang orang-orang disekitar enisten menyatakan eisten stres dan idiot, memang ketika kecil eisten mengalami sulit bicara dan mengenal huruf, dia menulis huruf-huruf dengan terbalik sehinga dia disebut anak yang terkena desleksia (keterlambatan bicara / membaca dan menulis) apakah eInsten keterbelakangan mental ? tidak, kenapa ? karena orang tuanya menyatakan einSten dan slalu memotifasi einsten adalah anak yang luar biasa walaupun einten tidak diterima disekolah karena eisten disebut anak yang idiot tetapi orang tuanya dengan sabar menjaga dan mengajarinya dan akhirnya enastain memiliki sorang guru yang luar biasa piluhan orang tuanya dan terlahirlah eisten yang mengukir sejarah didunia FISIKA pantaslah tersebut oleh para peneliti didalam otaknya enstain tersimpan THE POWER MINDSET (cara berfikir yang luar biasa).

Dan dapat kita ambil pelajaran dari einsten dan dari seorang intruktur tadi kalau anak yang dilahirkan didunia ini semuanya memiliki kecerdasan khusus pada masing-masing pribadinnya maka didiklah anak-anak kita dengan cara yang pfofesional(banyak membaca, dan menuntut ilmu dari berbagai penjuru). Cara – cara yang lama sudah harus kita ditinggalkan. Lihatlah kedepan dan perbaikilah dibelakang kita yang kita rasa itu tidak lagi pantas untuk dipakai dimasa depan namun tentunya ilmu zaman dulu bukan berarti tidak bagus ilmu zaman dulu adalah ilmu yang luar biasa dari itu petiklah ilmu yang dulu jika itu baik dan perbaikilah ilmu itu jika kita merasa pantas untuk memperbaikinya dan tentunya dengan disiplin ilmu yang kita miliki dengan banyak belajar,membaca dan berdikusi dengan orang-orang yang kita anggap memang pakar atau tahu pada bidang tersebut oleh sebab itu Ilmu lebih jelas cepat berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini. Dan tidak salah lagi kita ingin membuat bangsa ini maju, kita mulai dari meningkatkan kualitas Guru dengan memberi pendidikan dan pelatihan yang terbaik dalam cara dan bagaimana mengajar yang membuat setiap murid tertarik untuk belajar dan berkarya untuk menjadi yang terbaik.

Karena gurulah saya juga sekarang bisa menjadi guru (BEST TEACHER IS hearts and minds WANT TO CONTINUOUS LEARNING)

I LOVE U TEACHER

Salam Sukses penuh Cinta

Icha

Tidak ada komentar:

Masukan Info Yang Anda Inginkan